10 Universitas Terbaik di Dunia 2021 Versi Webometrics - DigiprotectHingga detik ini apa yang disebut sebagai negara besar, kuat dan digdaya yang kekuasaannya menjangkau hampir seluruh sudut dunia adalah negara-negara yang menguasai sains dan teknologi. Kemajuan dan kekuatan sebuah negara dengan demikian tidak ditentukan oleh sumber daya alamnya yang melimpah, melainkan oleh sumber daya manusianya yang melek sains dan teknologi. Sejarah perkembangan sains berikut implikasinya yang sangat luas itulah yang disadari oleh Iran lewat proyek nuklirnya. Iran menyadari sepenuhnya tentang pentingnya sains demi membangun kedaulatannya. Dan ini memang terbukti. Semenjak Iran menjadi negeri yang melek sains dan teknologi, ia tampil sebagai bangsa yang paling sulit dikendalikan oleh negeri-negeri manapun, termasuk Amerika Serikat. Bahkan keberadaannya kini semakin diperhitungkan oleh dunia. Ini tentu berbeda dengan kondisi Iran waktu dulu ketika masih buta sains dan teknologi. Di masa Reza Pahlevi misalnya, Iran telah menjadi ajang bulan-bulanan negeri-negeri besar karena berbagai macam teknologi harus impor dari luar negeri. Kondisi semacam ini pula yang membuat nasionalisasi minyak di Iran menjadi sia-sia.

Berkaitan dengan hal tersebut Friedmann menyatakan sebagai berikut.“Before the nineteenth century, legal theory was essentially a by product of philosophy, religion, ethics, or politic. The great legal thinkers were primarily philoshopers, churhmen, politicians. The decisive shift from the philpshoper’s or politician’s to the lawyer’s legal philosophy is of fairly recent date. It follows period of great developments in juristic research, technique and professional training. Socrates yang melakukan dialog dengan Thrasymachus (Sofinsft) berbendapat bahwa ketika mengukur apa yang baik dan apa yang buruk, indah dan jelek, berhak dan tidak berhak, jangan diserahkan semata-mata kepada orang perorangan atau kepada mereka yang memiliki kekuatan atau penguasa yang zalim, tetapi hendaknya dicari ukuran-ukuran yang objektif untuk menilainya. Plato juga sudah membahas hampir semua masalah yang tercakup dalam Filsafat Hukum. Baginya keadilan (justice), adalah tindakan yang benar, tidak dapat diidentifikasikan dengan hanya kepatuhan pada aturan hukum. Keadilan adalah suatu ciri sifat manusia yang mengkoordinasi dan membatasi pelbagai elemen dari manusia terhadap lingkungannya agar memungkinkan manusia dalam keutuhannya berfungsi dengan baik.

KSN Ekonomi ngapain aja???Untuk dapat terlepas dari krisis dan tak kembali pada krisis yang sama di masa datang, jawaban seharusnya adalah mampu. Pertanyaan yang menjadi tantangan masyarakat akademis berikutnya adalah langkah-langkah apa saja yang seyogyanya dilakukan oleh bangsa ini untuk menuju kearah kemandirian sains dan teknologi. Adalah Francis Bacon, seorang ahli hukum dan politikus berkebangsaan Inggris, pada tahun 1605, dalam bukunya Advancement of Learning (Kealey, 1996) mengusulkan pertama kali sebuah “model linier” untuk pertumbuhan ekonomi. Bacon mengusulkan bahwa pemerintah harus mendanai pengembangan sains dasar. Dia juga sangat percaya bahwa pertumbuhan ekonomi sangat tergantung pada sains terapan (teknologi) dan sains terapan sangat tergantung pada sains dasar. Pendanaan sains dasar oleh pemerintah merupakan suatu yang sangat penting untuk memperkuat perekomian suatu bangsa. Pemerintah mendanai pengembangan sains dasar sains terapan (teknologi) industri pertumbuhan ekonomi. Pada abad 20 “model linier” Bacon mengalami modifikasi dalam penerapannya (Kealey, 1996): Sains dasar teknologiindustri pertumbuhan ekonomi. Jadi “model linier termodifikasi” membutuhkan arah anak panah yang bolak-balik pada setiap tahap, karena untuk mengembangkan sains dasar juga membutuhkan teknologi lanjut.

Konservasi keanekaragaman hayati, dengan demikian sangat penting dan menentukan bagi keberlanjutan sektor-sekrtor seperti kehutunan, pertanian, dan perikanan, kesehatan, ilmu pengetahuan, industri dan kepariwisataan, serta sektor-sektor lain yang terkait dengan sektor tersebut. II. KEANEKARAGAMAN HAYATI DAN KESEJAHTERAAN MANUSIA 1. Interaksi Manusia dan Keanekaragaman Hayati Manusia tergantung kepada keanekaragaman hayati untuk pangan, enersi, papan, obat-obatan, inspirasi dan banyak lagi kebutuhan lain. Keanekaragaman hayati dan manusia telah mempunyai keterkaitan yang erat dan saling mendukung selama puluhan ribu tahun. Sumber daya hayati untuk pemenuhan kebutuhan hidup mempunyai karakter penting yaitu bersifat “renewable”, paling tidak jika dikelola dengan bijaksana. Cara masyarakat memanfaatkan keanekaragaman hayati menentukan kelestarian sumber daya ini, dan cara masyarakat mengelolanya akan menentukan produktivitas sumber daya yang penting ini dan kelestarian fungsi-fungsi ekologisnya. Kegiatan manusia telah membantu terciptanya keanekaragaman jenis dan plasma nutfah, dan telah meningkatkan komunitas hayati di dalam lingkungan yang tertentu melalui praktik pengelolaan sumber daya dan melalui domestikasi tumbuhan dan satwa. Disisi lain manusia juga telah menyebabkan menurunnya mutu keanekaragaman hayati beserta fungsi-fungsi ekologis yang di hasilkannya.