Pengertian Kecerdasan Buatan beserta ruang lingkupnya - Matkul.xyzSebaliknya, jika manusia banyak melupakan dan mengabaikan Allah swt, menyebabkan fragmentasi eksistensi, sekularisasi kehidupan kepribadian, maka kehidupan manusiaakan eror potensi fitrahnya. Pendidikan adalah salah satu perhatian sentral ummat islam, baik dalam negara mayoritas muslim maupun minoritas muslim. Tujuan, wawasan, sistem dan kelembagaan pendidikan yang dilaksanakan oleh dan untuk masyarakat muslim merupakan masalah krusial yang mempunyai tanggung-jawab langsung terhadap ummat Islam. Secara Terminologi “Pendidikan Islam“ berarti suatu proses yang komprehensif dan pengembangan kepribadian manusia secara keseluruhan, yang meliputi intelektual, spiritual, karakter, dan fisik. “ Pendidikan bertujuan mencapai pertumbumbuhan kepribadian totalitas manusia yang menyeluruh secara seimbang, melalui latihan spiritual, intelektual, rasional diri, perasaan danindera. Karena itu pendidikan Islam seharusnya menyediakan wahana dan sarana bagi perkembangan manusia dalam segala aspeknya, seperti spiritual, intelektual, imanjinatif, fisikal, ilmiah, linguistik, baik secara individual maupun secara kolektif, dan mendorong semua aspek ini ke arah kebaikan dan Insan kamil. Sebagai kerangka perwujudan fungsi idealnya untuk peningkatan kualitas SDM tersebut, sistem pendidikan Islam haruslah konsen mengorientasikan diri kepada menjawab kebutuhan dan tantangan yang muncul dalam masyarakat kita sebagai konsekuensi logis dari perubahan.

SOAL PREDIKSI OSN IPA SMP TAHUN 2022 - Part 1Untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, perhatian harus diberikan pada strategi kebijakan yang mendorong inovasi, termasuk penempatan anggaran negara untuk dialokasikan pada pos Iptek, riset, dan inovasi. Penempatan anggaran riset/Litbang atau Gross Expenditure on Research and Development (GERD) dinyatakan dalam persentase terhadap PDB nasional, meliputi empat sektor yakni Litbang Pemerintah, Litbang Perguruan Tinggi, Litbang Industri, dan Litbang Non-Government Organization (NGO), dengan kegiatan riset mencakup penelitian dasar, penelitian terapan, dan pengembangan eksperimental. Dibandingkan dengan negara-negara di dunia, nilai GERD Indonesia masih terbilang rendah, yang berarti porsi penempatan anggaran untuk pos Iptek, riset dan inovasi masih perlu ditingkatkan. “Untuk mendorong peran industri lebih besar dalam kegiatan pendidikan dan pelatihan vokasi di Indonesia, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan Super Tax Deduction Vokasi hingga 200%,” ujar Menko Airlangga. Tautan antara pembangunan Iptek dengan pembangunan ekonomi terjadi ketika teknologi yang dihasilkan dapat mendukung dalam kegiatan ekonomi. Sebaliknya, kemajuan perekonomian dan peningkatan persaingan juga akan menciptakan kebutuhan teknologi baru.

Dasawarsa ini menghantarkan ITB ke fajar abad baru yang ditandai dengan munculnya berbagai gagasan serta pemikiran terbaik untuk pengembangannya. Bahwa cepatnya pelipatgandaan informasi di abad baru akan menuntut pelaksanaan pendidikan yang berpercepatan, tepat waktu, terpadu, berkelanjutan, dan merupakan upaya investasi terbaik. Dalam upaya ini ITB ingin menegakkan program sarjana di atas pondasi penguasaan ilmu-ilmu dasar yang kokoh sehingga lulusannya senantiasa mampu menyesuaikan diri terhadap perubahan-perubahan yang datang dengan cepat. Program pascasarjana menjadi ujung tombak peningkatan kualitas dan kuantitas, efisiensi dan efektivitas, serta relevansinya terhadap kebutuhan, sehingga kontribusi ITB bagi pembangunan nasional akan menjadi lebih besar dan tinggi nilainya. Bahwa penguasaan dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi perlu dilakukan secara utuh dan terpadu, dalam suatu kiprah sebagai research and development university. Pengembangan keilmuan dan teknologi di ITB didasarkan pada kebutuhan untuk menunjang pelaksanaan pembangunan bangsa. Dengan demikian ITB akan mengembangkan dirinya dalam riset dan manufaktur, teknologi komunikasi dan informasi, transportasi darat-laut dan dirgantara, lingkungan, serta bio-teknologi dan biosains. Bahwa misi pengabdian kepada masyarakat diharapkan dapat membangun wawasan bisnis untuk kemandirian yang merupakan modal awal untuk menegakkan otonomi perguruan tinggi.

Pada tanggal 6 Oktober 2014, Presiden Republik Indonesia melalui Peraturan Presiden telah meresmikan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) di Bandarlampung dan Institut Teknologi Kalimantan (ITK) di Balikpapan sebagai Perguruan Tinggi Negeri. ITERA dirintis pendiriannya dan akan dikembangkan serta dibina oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) selama 10 tahun kedepan dengan kualitas minimal setara dengan ITB. Program studi yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera adalah untuk pemenuhan kebutuhan tenaga sar-jana di Indonesia, khusunya di Sumatera. Sebelum diresmikannya ITERA dan ITK sebagai perguruan tinggi negeri, di Indonesia hanya memiliki 2 (dua) Institut Teknologi yang diunggulkan, yaitu Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya; kedua institut tersebut terletak di Pulau Jawa. Di satu sisi, kedua perguruan tinggi tersebut saat ini kapasitasnya sudah melebihi daya tampung maksimalnya, sedang di sisi lain, kebutuhan akan lulusan dari institut teknologi di tingkat nasional semakin meningkat. Atas dasar kebutuhan tersebut, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memutuskan untuk menambah jumlah institut teknologi di Indonesia, dalam rangka peningkatan dan pemerataan kualitas SDM pada tingkat nasional.

Kita ambil Prancis sebagai contoh. Di negara tersebut hampir di setiap jurusan di Universitas ada peneliti dari lembaga penelitian dan kadang menjadi ketua program studi dan sebaliknya hampir di setiap laboratorium lembaga penelitian ada pengajar perguruan tinggi meneliti di sana dan bahkan menjadi kepala laboratorium. Di Indonesia kerjasama lembaga penelitian dengan universitas baru pada tahap kerjasama antar lembaga yang bersifat sementara. Atau pengadaan laboratorium kerja sama, atau kerjasama penyelenggaraan pendidikan bidang tertentu. Untuk menggalang kekuatan riset di Indonesia dan agar semua sumber daya dapat digunakan secara efisien dan efektif, keterpaduan lembaga-lembaga riset dan universitas harus dapat ditumbuh kembangkan. Keterpaduan ini akan lebih mudah terselenggara jika pemerintah membentuk suatu sistem ke arah itu. Untuk tujuan ini sebaiknya dalam Kabinet Pasca Pemerintahan Transisi, Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi di bawah satu kementrian (sebut saja misalnya Departemen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi) . Lembaga-lembaga riset non departemental dihapuskan, akibatnya lembaga-lembaga seperti BPPT, LIPI, BATAN dan lain-lain termasuk dalam departemen tersebut.