Misalnya saja teknologi bahan. Akibat ketergantungan tersebut perkembangan teknologi mereka bakal sangat terbatas dan pas-pasan. Seharusnyalah kita menyadari sains dan teknologi hari ini tak dapat dikembangkan tanpa kerja sama. Sains dan teknologi mutakhir memerlukan keahlian yang rumit dan saling terkait satu dengan yang lain. Masing-masing ahli memberikan kontribusi untuk sebuah produk sains dan teknologi. Ahli yang lain coba mencari aplikasinya demi kepentingan umat manusia. Ditambah pula oleh dana yang dibutuhkan sangat besar dan kadang tak memungkinkan ditanggung oleh sebuah negara. Negara-negara Eropa misalnya, selain pembangunan fasilitas laboratorium-laboratorium Eropean sejak 40 tahun silam dan terus berlanjut sampai sekarang, mereka juga merancang riset bersama dan mengeluarkan dana bersama untuk setiap 4 tahun. Pada periode 1994-1998 dana yang mereka alokasikan sekitar £9.6 milyar (kira-kira 170 triliun rupiah) untuk menggerakkan rencana riset mereka tersebut (Anonim,1995). Untuk mengontrol ini semua Uni Eropa punya satu badan yang mereka beri nama ESTA (Eropean Science and Technology Assembly). Selain itu, beberapa proyek riset dunia tak mungkin dilakukan oleh sebuah negara, karena alasan biaya dan para ahli, misalnya ITER (International Thermonuclear Experimental Reactor) (JET,1997). Proyek ini didukung oleh Uni Eropa, Rusia, Jepang dan Amerika. Pertanyaan yang muncul, mungkinkah bangsa Indonesia mampu terlibat pengembangan sains dan teknologi? Hal itu mungkin saja terjadi asalkan kita mampu melakukan percepatan-percepatan. Kerjasama yang kokoh dalam bidang sains dan teknologi segera saja dibina sekurang-kurangnya antar sesama negara-negara ASEAN. Jika kawasan ini telah menunjukkan perkembangan yang berarti, barulah kita akan diperhitungkan bagi pengembangan sains dunia bersama-sama.

Daniel Robert Eldon (18 September 1970 – 12 July 1993) was a British-Kenyan photojournalist, artist and activist, killed in Somalia while working as a Reuters photojournalist. His journals were published posthumously in four volumes by Chronicle Books, including The Journey Is the Destination, The Art of Life, and Safari as a Way of Life. Eldon was born in London on 18 September 1970, the son of Kathy and Mike Eldon. His father was an Israel-born British citizen of Jewish descent, and his mother was an American Protestant of German and Irish descent. He had one younger sister. When Eldon was seven years old, his family moved to Nairobi, Kenya. His parents later divorced. In Kenya, Eldon initially attended a British school, before transferring to the International School of Kenya. The family was living in Kenya in 1982, during an attempted coup in the country. 12-year-old Eldon arrived back in Kenya from a summer holiday several days after the coup and witnessed some of the aftermath.

Iran sebagai negara Islam (Republik Islam Iran) yang kini kemajun sains dan teknologinya tengah menggeliat, kemudian menjadi harapan bagi kemajuan Islam itu sendiri. Sejak dulu, dalam sejarahnya, Islam maju karena ditopang oleh penguasaannya terhadap ilmu pengetahuan. Kemajuan Islam tidak bisa dipisahkan dari kemajuan ilmu pengetahuan. Selama umat Islam di dunia masih terbelakang dalam penguasaan sains dan teknologi, maka saat itu pula umat Islam akan menjadi obyek penindasan dan penjajahan oleh bangsa-bangsa lain yang sains dan teknologinya lebih maju. Sains dan teknologi adalah koentji bagi kebangkitan dan kemajuan Islam, bahkan bagi negara-negara berkembang seperti Indonesia. Memang, sains dan teknologi bukan satu-satunya ukuran bagi kemajuan sebuah negara atau bangsa. Tetapi kemajuan dan kebesaran sebuah bangsa tidak bisa dicapai tanpa sains dan teknologi. Sains dan teknologi memang bukan satu-satunya standar bagi negara maju, tetapi standar sekaligus prasyarat utama untuk bisa menjadi negara maju adalah sains dan teknologi. Lompatan besar Iran di pentas dunia menunjukkan betapa pentingnya umat Islam, dan negara-negara dunia ketiga, menguasai sains untuk bisa mentas dari keterpurukannya. Masa depan peradaban Islam, bahkan dunia ketiga, terletak pada sains.

Memahami pengertian keadilan memang tidak begitu sulit karena terdapat beberapa perumusan sederhana yang dapat menjawab tentang pengertian keadilan. Namun untuk memahami tentang makna keadilan tidaklah semudah membaca teks pengertian tentang keadilan yang diberikan oleh para pakar, karena ketika berbicara tentang makna berarti sudah bergerak dalam tataran filosofis yang perlu perenungan secara mendalam sampai pada hakikat yang paling dalam. Penganut paradigma Hukum Alam meyakini bahwa alam semesta diciptakan dg prinsip keadilan, sehingga dikenal antara lain Stoisisme norma hkm alam primer yang bersifat umum menyatakan: Berikanlah kepada setiap orang apa yang menjadi haknya (unicuique suum tribuere), dan jangan merugikan seseorang (neminem laedere)”. Cicero juga menyatakan bahwa hukum dan keadilan tidak ditentuk an oleh pendapat manusia, tetapi oleh alam. Paradigma Positivisme Hukum, keadilan dipandang sebagai tujuan hukum. Hanya saja disadari pula sepenuhnya tentang relativitas dari keadilan ini sering mengaburkan unsur lain yang juga penting, yakni unsur kepastian hukum. Secara harfiah ungkapan tersebut berarti bahwa hukum yang keras akan melukai, kecuali keadilan dapat menolongnya. Dalam paradigma hukum Utiliranianisme, keadilan dilihat secara luas.

Peradaban Baru Dunia, Era ROBOT AI Dimulai - Proyek Tesla BOT Dengan Kecerdasan Buatan !!Internal review: Trump and Bill considered firing Tarek for not using the voice-over in their commercial (in addition to his past errors in previous tasks), but Carolyn thought that Dan should be eliminated because he chose the concept of their ad. Although it was Lenny’s initial premise, Dan did not bring Lenny into the boardroom, therefore taking the burden of Lenny’s bad concept. During the final boardroom while discussing why Lee was in the boardroom, Trump called him a politician given his speech skills. While Trump said he wasn’t a fan of politicians, he also said that he doesn’t hate them either. Trump also stated that he did not see Lee responsible for the loss and made it clear that he wouldn’t be fired. After Dan’s firing, Trump requested Lee and Tarek to warn Lenny that he would not last long. Trump mocked Tarek and the requirements to be a member at Mensa, given the excessive number of mistakes that Tarek has made throughout the entire interview process.